I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan dan pengelolaan infrastruktur irigasi, tentunya dengan tidak meninggalkan subsektor lainnya, dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini telah menjadi fokus utama perhatian pemerintah dalam melakukan pembangunan pertanian di Kabupaten Luwu Utara. Hal ini bertujuan untuk mencapai target swasembada pangan nasional (khususnya beras) mengingat kebutuhan akan konsumsi beras nasional yang kian meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dewasa ini. Berdasarkan Angka Ramalan III BPS, produksi padi tahun 2009 diperkirakan sebesar 60,28 juta ton GKG atau naik 5,46 % dari tahun 2010. Kenaikan ini karena adanya peningkatan luas panen, menurunnya areal terkena banjir dan kekeringan, serta produktivitas tanam meningkat sebesar 1,3 kw/Ha.
Peningkatan produktivitas dan luas panen sebagai dampak dari perbaikan infrastruktur irigasi (mulai dari jaringan utama sampai jaringan tingkat usaha tani) tidak terlepas juga dari peningkatan kapasitas Kelembagaan Pengelola Irigasi (KPI) baik petugas pengelola irigasi di tingkat pusat, propinsi, kabupaten dan tentu peningkatan kapasitas kelembagaan petani.
Program Pengelolaan Sektor Irigasi dan Sumber Daya Air (Water Resources and Irrigation Sector Management Program/WISMP) merupakan salah satu program yang dikembangkan dalam mewujudkan reformasi kebijakan pengelolaan irigasi. Program ini dilaksanakan melalui penyelenggaraan proses penguatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mencapai peningkatan kinerja. Disamping itu melalui perbaikan pengaturan dan perencanaan sektor sumber daya air dan irigasi untuk meningkatkan kemampuan manajemen dan pendanaan dari instansi-instansi terkait dan masyarakat petani pemakai air dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan irigasi.
Kegiatan pendampingan wismp( Water recuosces and irigation manangement program ) tahun 2011 diarahkan dalam rangka pemberdayaan kelembagaan petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)/GP3A, agar lebih mandiri dalam berusahatani dan berpartisipasi aktif dalam pengelolaan irigasi yang menjadi tanggung jawabnya.
B. Tujuan
Adapun Tujuan utama program ini adalah meningkatkan pengetahuan petani dalam Pengembangan Agribisnis dan Pasilitasi akses Imformasi dan Kredit pasar, terutama para petani di lahan beririgasi melalui :
1. Pelatihan pengelolaan irigasi, dengan peningkatan peran/partisipasi P3A/GP3A/ IP3A/Kelompok tani
2. Peningkatan sistim dan usaha agribisnis.
3. Layanan yang lebih baik kepada petani di lahan beririgasi dalam mengakses kredit usaha tani.
C. Sasaran
Sasaran program adalah petani yang tergabung dalam lembaga pengelolaan irigasi yang tergabung dalam Daerah Irigasi kesepakatan yang ada dengan sasaran pokok sebagai berikut :
1. Terjadinya peningkatan kemampuan pengaturan dan pengelolaan jaringan irigasi oleh perkumpulan petani pemakai air.
2. Terjadinya peningkatan kemampuan P3A/ GP3A dalam Pengembangan Agribisnis, mempunyai kapasitas secara teknis, organisasi dan manajemen untuk merumuskan kebutuhan usahataninya dan meningkatkan posisi tawarnya.
3. Tersedianya akses informasi dan Kredit pasar dan pembiayaan pengolahan ,pemasaran hasil pertanian, baik swasta maupun pemerintah menjadi responsif, berorientasi kepada petani (farmer oriented)
D. Masukan
1. Terlatihnya 70 orang petani P3A/GP3A dan Petugas Penyuluh pertanian.
2. Biaya Pembinaan dan operasional selama 1 (satu) Tahun Anggaran Rp.22.000.000.
E. Keluaran
Tersedianya 70 orang petani P3A/GP3A dan Petugas penyuluh pertanian pada 5 (lima) Kecamatan
F. Hasil
1. Terlatihnya kelompok tani P3A/GP3A dan petugas penyuluh pertanian dalam pengembangan agribisnis dan fasilitasi akses imformasi dan kredit pasar sebanyak 70 orang.
G. Manfaat
Terlatihnya kelompok Perkumpulan petani pemakai air P3A/GP3A dan petugas penyuluh pertanian sebanyak 70 orang
H. Dampak
Terjadinya peningkatan Pengetahuan kelompok P3A/GP3A dan Petugas Penyuluh Pertanian di 5 (lima ) Kecamatan sebanyak 70 orang di dalam Pengembangan Agribisnis dan Fasilitasi akses dan imformasi kredit pasar.
II. PELAKSANAAN
A. Waktu dan Tempat
Pelaksanaan pelatihan kegiatan pendampingan ( water resousces and irigation management program/wismp ) pada kelompok tani yang bergabung dalam perkumpulan petani pemaki air P3A/GP3A dan petugas koordinator BPP di kecamatan masing – masing. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 6 dan 7 juli 2011 yang pertama dilaksanakan pada tanggal 6 juli 2011 bertempat di BPP sukamaju dengan jumlah peserta 40 orang dan yang kedua dilaksanakan pada tanggal 7 juli 2011 di BPP masamba dengan jumlah peserta 30 orang.
B. Peserta
Kegiatan pelatihan pendampingan ( water recousces and irigation management program / wismp ) tahun 2011 program peningkatan produksi pertanian Dinas pertanian kab. Luwu utara akan diikuti oleh peserta sebanyak 70 orang, yang terdiri dari ;
- Koordinator BPP masing-masing kecamatan wilayah binaan kelompok tani pemakai air.
- Perkumpulan petani pemakai air P3A/GP3A.
C. Nara Sumber
Nara Sumber kegiatan pelatihan pendampingan( water recousces and irigation management program / wismp ) tahun 2011 P3A/GP3A antara lain;
- Pejabat Pemkab Luwu Utara
- Kepala Dinas Pertanian Kab. Luwu Utara
- Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pelaksanaan Penyuluhan Kab . Luwu Utara
- Kabid. Tanaman Pangan dan Agritek. Dinas Pertanian Kab Luwu Utara.
- Sekertaris Dinas Pertanian Kab. Luwu Utara
- Kepala Cabang Bank Pembangunan Daerah Masamba
- Stap ahli Tanaman Pangan Dinas Pertanian
D. Materi Pelatihan
Materi Pelatihan pendampingan ( water recousces and irigation management program/wismp ) tahun 2011 sebangai berikut;
a. Pelatihan fasilitasi akses imformasi dan kredit pasar :
1. Kebijakan Pembangunan Pertanian di Kab. Luwu Utara mendukung sektor pertanian
2. Akses Kelembagaan Petani terhadap kredit perbankan
3. Teknologi panen dan paska panen
4. Akses kredit ketahanan pangan dan energi
5. Perbaikan mutu produksi pertanian
b. Pelatihan pengembangan agribisnis meliputi ;
1. Membangun jiwa kewirausahaan
2. Optimalisasi peran kelembagaan P3A/GP3A dalam pengembangan agribisnis
3. Aplikasi manajemen usaha tani padi dan palawija
4. Penyusunan naskah kemitraan agribisnis
E. Metode
Metode yang digunakan dalam acara pelatihan pendampingan ( water recuosces and irigation management program/wismp ) tahun 2011 adalah ;
a. Sambutan / Arahan dari Bupati Luwu Utara/Yang mewakili Asisten II
b. Pemaparan Nara Sumber
c. Diskusi
d. Rumusan
F. Pembiayaan
Biaya pelaksanaan pendampingan wismp ( Water recousces and irigation manangement program ) tahun 2011 dibebankan pada Anggaran APBD 2011 pada Dinas Pertanian Kabupaten luwu utara.
III. PENUTUP
Kegiatan Pendampingan Wismp (Water recuosces and Irigation Manangement Program) tahun 2011 lebih diarahkan pada pemberdayaan dan pembinaan kelompok P3A/GP3A di 5 (Lima) Kecamatan Daerah Irigasi, Sabbang, baebunta, masamba, Bone-bone dan sukamaju dengan jumlah peserta 70 orang.